Back To You [Part 1]

Back to You Part 1

Side story of THE LAST CHANCE.
Cast: Oh Sehun, Lee Minmi, Park Jungyeon, etc.

Back to you

tfs_fb_sehun41

>> Author pov

Wanita bernama Lee Minmi itu menatap lekat-lekat ke arah Sehun yang sedang berdiri tegap dan tersenyum manis di depan altar.
Lee Minmi bahkan tidak pernah menyangka bisa melihat Oh Sehun yang seperti sekarang ini. Oh Sehun yang dulu ia kenal tidak sedewasa dan setenang itu sebelumnya. Sejauh yang ada pada ingatan Minmi, Sehun hanyalah seorang pria yang bersikap kekanakan dan selalu bertindak gegabah, sekarang sikap itu benar-benar menghilang seiring berjalannya waktu. Begitu juga dengan perasaannya pada Minmi. Bagi wanita itu, dia sudah benar-benar kehilangan Sehun.
Minmi memejamkan matanya saat melihat gadis bernama Jung Yeon itu tiba di hadapan Sehun. Ia merasa tidak tahan dan ingin keluar dari ruangan itu, tetapi yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah membayangkan dirinya sendiri yang sedang berada di depan altar. Bahkan ia berharap sesuatu yang sama dengan apa yang pernah ia lihat di televisi terjadi padanya.
Pengantin pria membatalkan pernikahan dan mengaku masih mencintai kekasihnya yang dulu atau…

“Tunggu…” Suara tegas Sehun langsung membuyarkan khayalan aneh Minmi. Mendadak jantungnya berdegup kencang, ia merasa khayalan yang ia ciptakan beberapa detik yang lalu itu benar-benar akan terjadi padanya.
“Maaf.” gumam Sehun dan berbalik menghadap para tamu, membuat jantung Minmi berdegup semakin kencang, bahkan membuat nafasnya terasa sesak sekali.
“Appa, Eomma. Maaf. Kali ini aku akan mengecewakan kalian.” kata Sehun pelan, tetapi tegas.
Minmi tidak bisa melepas tatapan matanya pada Sehun yang terlihat menakjubkan dengan sikap seperti itu.
“Aku tidak tahu kenapa aku harus mengatakan ini di sini, tetapi… aku tidak bisa menikahi Jung Yeon. Aku mencintainya, tetapi hanya sebagai adiku… aku…”
“Oh Sehun!” Ayah Sehun terlihat marah sekali, ia bahkan menatap tajam ke arah putra tunggalnya itu.
“Mianhae.” Sehun melangkah maju, menghampiri kedua orangtuanya dan juga Minmi yang berdiri di samping mereka.
“Aku masih mencintai Minmi.” gumaman pelan Sehun semakin mengejutkan seisi ruangan, termasuk Minmi yang hanya bisa berdiri kaku, tanpa bisa berkata apa-apa. Tatapan mata Minmi berahli pada Jung Yeon yang juga sedang menatap Sehun dengan tatapan kecewa, tatapan sedih. Tatapan itu membuat Minmi merasa bersalah pada Jung Yeon, gadis itu terlihat hampir menangis.
“Lee Minmi…” Sehun berdiri di hadapan Minmi dan menggenggam erat pergelangan tangan Minmi. Wanita itu menatapnya lekat-lekat dan menahan nafasnya.
‘Ini benar-benar terjadi’, pikir Minmi.
“Come back to me”. bisik Sehun dan langsung mengecup bibir Minmi. Keheningan di ruangan berubah menjadi suara riuh.
Sehun menjauhkan wajahnya dan ibu Sehun langsung berjalan pergi, mengejar Jung Yeon yang sudah berlari meninggalkan altar. Minmi yakin Jung Yeon pasti sedang menangis setengah mati sekarang ini.
^______________^

Minmi melangkah pelan mendekati pintu di hadapannya, mencoba mendengar pembicaraan Sehun dan Jung Yeon. Ia berharap Jung Yeon bisa memaafkan Sehun, juga memaafkannya. Ia benar-benar khawatir padanya sekarang, berharap gadis itu baik-baik saja sekarang.

“Kau lega sekarang?” tanya Sehun padanya.
“Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar. Aku tidak bisa melihatmu terus-terusan seperti ini. Aku ingin melihatmu tersenyum seperti dulu lagi, jadi…”
“Oppa. Geumanhae,”
“Aku benar-benar tidak tahu bagaimana lagi untuk membalas kebaikanmu. Kau terlalu baik, oppa. Aku benar-benar bersalah padamu.”
“Tidak, tidak. Kau tidak melakukan kesalahanan apapun padaku. Aku senang melakukan ini untuk kalian berdua. Setidaknya kalian saling mencintai, itu sebuah keajaiban. Aku tidak mungkin merusak keajaiban itu, bukan?”
“Oppa… Gomawo.”
“Kuharap tidak ada yang sedang menguping di luar.” bisik Sehun dan mereka diam.

Minmi membekap mulutnya rapat-rapat. Sejak ia kembali ke Seoul, ia terus-terusan menangis. Mendengar pembicaraan Sehun dan Jung Yeon, semakin membuat sakit hati Minmi.
Sesuai dengan dugaan Minmi, gadis itu benar-benar tidak mencintai Sehun. Bahkan Minmi bisa mengetahui itu dari cara Jung Yeon menatap Sehun, sama sekali tidak ada cinta, mungkin ada tetapi hanya sebatas sebagai saudara.
Minmi merasa marah dan tidak akan bisa memaafkan gadis itu kalau dia tidak jadi kembali bersama mantannya itu.
Sehun yang selalu mengalah pada apapun, membuat Minmi melakukan hal bodoh ini lagi. Seandainya Minmi tidak menguping, mungkin ia masih akan tetap mengira kalau Sehun memang masih mencintainya.
Minmi menyeka airmatanya dan berjalan keluar. Wanita itu benar-benar berharap untuk tidak menangis lagi setelah ini. Karena selama ini wanita itu hanya menahan airmatanya dan sebisa mungkin tidak pernah mau menangis.
^___________________^

“Aku mendengar semuanya.” kata Minmi pelan dan Sehun terbelak kaget.
“Maaf.” gumamnya dan Minmi menggeleng.
“Kau benar-benar hanya akan dicintai?” tanya Minmi ragu dan Sehun mengangguk.
“Kau benar-benar tidak bisa men…”
“Molla.”
“Aku tidak bisa hanya mencintaimu, aku ingin kau juga…”
“Kalau begitu… buat aku kembali mencintaimu.” tandasnya dan Minmi mengerlingkan matanya. “Bagaimana?” tanyanya bingung.
“Molla. Cobalah ingat-ingat bagaimana aku bisa menyukaimu dulu.” jawab Sehun dan Minmi menarik nafas panjang.
“Aku tidak tahu.” jawab Minmi pelan dan langsung menunduk lemas.
“Karena sifatmu. Aku suka kau yang selalu tertawa dan tersenyum, sampai sekarang pun kau masih sama, tidak berubah sedikitpun.”
“Lalu kenapa itu tidak bisa membuatmu menyukaiku lagi?!”
Sehun hanya diam dan beranjak dari duduknya. Minmi menahan airmatanya dan menarik nafas panjang, mencoba untuk tetap tenang.
Sehun mulai melangkah pergi, dan berhenti di samping Minmi.
“”Inilah yang membuatku menyerah terhadapmu,” katanya pelan.
“Apa?” Minmi langsung menoleh dan tersenyum paksa menunggu ucapan Sehun.
“Tidak bisakah kau membuatku merasa kau membutuhkanku?” Pertanyaan tajamnya membuat Minmi terdiam, bingung.
“Aku ingin kau menangis saat kau merasa ingin menangis. Aku ingin kau tertawa saat kau bahagia. Aku ingin kau mengatakan butuh saat kau membutuhkanku. Aku ingin kau tersenyum bukan karena paksaan,”
“Aku ingin melindungimu dan tidak hanya mencintaimu. Aku ingin menjadi segalanya untukmu, bukan hanya menjadi orang yang kau cintai,”
“Sifatmu itu yang membuat semua keinginanku tidak pernah bisa kudapatkan darimu. Kau benar-benar membuatku merasa tidak berguna sama sekali.”
“Dan gadis itu membuat semua keinginanmu terwujud? Kau merasa berguna bersamanya?”
“Ya. Aku harus kembali sekarang. Annyeong.” tandas pria itu dan Minmi langsung menarik nafas panjang lagi.
“Memangnya salahku kalau aku seperti ini? Aku bahkan tidak berani bersikap lemah di hadapannya, karena takut menyusahkannya, dan sekarang dia ingin aku bersikap seperti itu?” omel Minmi pelan dan menatap ke luar cafe dengan tatapan kosong.
“Tidak, bukan sekarang… tetapi sedari dulu, hanya saja dia tidak pernah membahas tentang ini.” desah Minmi lagi dan menelengkupkan kepalanya di atas meja. Kepalanya yang hampir meledak memikirkan semua perkataan Sehun barusan.
^_____________________^

>> Flashback

“London?” tanya Sehun kaget dan langsung menutup bukunya.
“Ya. Benar-benar mengejutkan.”
“Lalu kau setuju?”
“Masih harus kupikirkan dulu.” gumam Minmi dan menatap layar ponselnya, ia sedang mempertimbangkan universitas itu.
“Tidak bisa di Seoul saja?” tanya Sehun lagi.
“Molla. Appa menyuruhku ke London. Kau mau ikut?”
“Tidak mungkin.” jawab Sehun malas dan kembali membuka bukunya lagi.
“Kalau kau tidak ikut, aku harus bagaimana? Aku benar-benar ingin kau juga ikut.”
“Aku tidak bisa, dan tidak mungkin.”
“Kenapa? Karena biaya? Aku akan meminta appa yang membayarnya untukmu. Otthe?”
“Kau gila?!” Sehun menatap Minmi tajam dan mendengus kesal.
“Aku serius.”
“Tidak tidak. Aku tidak mau. Aku tidak mau mengacaukan masa depanmu. Aku tidak punya alasan untuk pindah kuliah ke London, dan aku tidak mungkin berhenti kuliah di sini.”
“Tapi…”
“Tapi, kau tetap harus mematuhi ayahmu kan? Jadi kumohon, turuti saja kemauannya. Lagipula kau tidak akan mati tanpaku kan?”
“Tentu saja, aku hanya tidak bisa hidup tanpa oksigen.” jawab Minmi dan tertawa pelan.
“Nah, jadi kusarankan kau memilih masa depanmu.” gumam Sehun dan menulis di bukunya.
“Umm. Baiklah, Tuan Oh.” jawab Minmi dan tertawa lagi. Sehun ikut tertawa dan mengacak-acak poni Minmi.
Minmi mengepalkan telapak tangannya dan menahan nafas. Ia memang sedang tertawa tetapi entah mengapa ia juga merasa ingin menangis.
Minmi merasa memang bisa hidup tanpa Sehun, tetapi ia takut ia tidak bisa. Ia takut kalau suatu hari ia merindukan Sehun dan akan menangis seperti orang bodoh.
Ia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya nanti, hidup tanpa Sehun…

>> Flashback END
^______________________^

>> Author pov

Minmi menatap tajam ke arah gadis yang sedang berjalan ke arahnya. Gadis beruntung yang dicintai 2 pria sekaligus, Park Jung Yeon.
Bagi Minmi, dia hanyalah gadis menyedihkan yang menyia-nyiakan Oh Sehun, dan akibatnya gadis itu tidak mendapatkan siapapun sekarang ini, tidak bersama Sehun, tidak juga bersama mantannya itu. Minmi tidak membencinya, tetapi sangat mengasihaninya.
“Park Jung Yeon,” panggil Minmi saat ia sudah berada tepat di hadapannya.
“Kau kacau sekali.” kata Minmi dan menepuk-nepuk bahunya.
“Ada apa mencariku?” tanyanya dengan nada datar. Dia selalu terlihat lemah sejak Minmi bertemu dengannya lagi, padahal beberapa tahun sebelumnya mereka pernah bertemu, tetapi gadis itu tidak terlihat seperti sekarang ini. Entah seberapa berat beban yang harus ia pikul, sampai-sampai tersenyum pun sangat terpaksa sekali, membuat Minmi semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada hubungan percintaannya.
“Kau tidak akan menemuinya?” tanya Minmi dan Jung Yeon menatap Minmi dengan malas.
“Siapa?”
“Mantanmu itu.”
“Oh. Molla.”
“Lalu? Kau akan menikah dengan Sehun lagi.”
“Molla.”
“Ya! Park Jung Yeon!”
“Na molla!! Jangan tanya apapun padaku! Aku tidak tahu apapun untuk sekarang ini.”
“Kumohon…”
“Lee Minmi-ssi. Kumohon, sementara ini menjauh dariku, aku benar-benar tidak ingin diganggu.” katanya dan berjalan pergi.
Minmi mendengus kesal dan langsung menarik pergelangan tangan Jung Yeon, kemudian tanpa merasa ragu sedikitpun, Minmi menampar pipi kiri Jung Yeon.
“Dan kau! Kumohon sadar sebelum kau semakin kehilangan segalanya! Tolong berhenti menyakiti Sehun!! Dia terlalu baik untuk kau sakiti!”
“Dia sama sekali tidak menyakitiku.” Suara Sehun membuat Minmi langsung menjauh dari Jung Yeon.
“Terserah.” Minmi melangkah pergi tanpa menoleh ke arah Sehun lagi.
Untuk menatap matanya saja Minmi sudah tidak sanggup.
Minmi merasa mereka benar-benar akan menikah setelah ini, dan apa yang pernah diharapkan Minmi sudah tidak mungkin lagi.
“Lee Minmi,” panggilan Sehun membuat Minmi menghentikan langkahnya.
“Maaf.” kata Sehun dan Minmi langsung menundukkan kepalanya, tidak berniat merespon ucapan Sehun dan berjalan pergi meninggalkan mereka.
^___________________^

“Ada apa mencariku?” kali ini Minmi yang bersikap ketus pada Jung Yeon.
“Eonni. Maafkan aku tentang…”
“Sudah lewat satu bulan. Jangan dibahas lagi, Lagipula aku akan segera kembali ke London. Aku tidak akan kembali ke Seoul lagi.” jawab Minmi malas dan Jung Yeon langsung menatapnya lekat-lekat.
“Kenapa mendadak sekali? Apa karena Sehun oppa?”
“Tentu saja.”
“Eonni, kumohon…”
“Mau memohon apa? Memohon padaku untuk tetap di sini, dan menghadiri pernikahan kalian nanti? Yang benar saja?!”
“Aku tidak akan menikah dengannya, eonni.”
“Kau ini…”
“Kumohon bertahan sebentar lagi, aku akan membantumu kembali bersama Sehun oppa. Sebagai permintaan maafku… Please?”
“Tidak perlu.”
“Eonni, kumohon…”
“Memangnya kau bisa membantu apa?”
“Dia bilang dia memilih untuk dicintai.”
“Aku tahu tentang itu, dan aku ingin dia juga mencintaiku. Aku tidak mau hanya mencintai.”
“Kalau begitu…”
“Bagaimana kalau kau paksa saja dia untuk mencintaiku?”
“Eonni…” Jung Yeon menatap Minmi dan mendengus kesal.
“Coba gunakan masa lalu.” gumam Jung Yeon dan gadis itu tersenyum tipis, bukan tersenyum pada Minmi, tetapi tersenyum untuk dirinya sendiri.
“Kau gila? Senyum sendiri? Senyum pada siapa? Hantu?” tanya Minmi asal dan Jung Yeon menarik nafas, lalu memejamkan matanya sejenak.
“Aku teringat saat Yi Fan gege…”
“Yi Fan gege? Siapa?”
“Mantanku itu.”
“Oh. Memangnya dia kenapa?”
“Saat itu dia menggunakan masa lalu untuk memintaku kembali padanya.”
“Lalu berhasil?”
“Tentu saja tidak.”
“Kau bodoh.”
“Ya. Aku memang bodoh, tetapi aku memang masih mencintainya, jadi…”
“Jadi kita berbeda. Sehun tidak mencintaiku lagi. Tidak semudah Yi Fan gege-mu itu.”
“Kau tidak mau mencoba dulu?”
“Um. Akan kucoba, tetapi aku tidak yakin.”
“Hhhh.Terserahmu sajalah. Aku tidak mau memusingkan urusan kalian. Urusanku sendiri saja masih tidak bisa kuselesaikan.” kata Jung Yeon dan menelungkupkan wajahnya di atas meja. Minmi tertawa pelan dan menepuk punggung Jung Yeon.
“Maaf aku menamparmu. Maaf juga aku membuatmu malu di pernikahanmu, dan…”
“Maaf aku membuatmu tidak bisa bersama Sehun oppa lagi.”
“Sudahlah. Bukan salahmu. Salahku juga.” jawab Minmi dan tersenyum lebar ke arah Jung Yeon, membuat Jung Yeon meringis pelan.
“Eonni. Mungkin ini yang dikatakan Sehun oppa kemarin.”
“Apa?”
“Bahkan di saat-saat seperti ini pun kau masih bisa tersenyum, dan tertawa. Membuatku iri.” gumam Jung Yeon dan Minmi menghentikan senyumannya.
“Tetapi Sehun tidak suka aku yang seperti ini.”
“Dia sudah mengatakannya padaku, karena itu, aku merasa kau harus menangis di hadapannya. Mungkin dia bisa…”
“Yang benar saja kau? Selama tiga tahun aku bersama dengannya, tidak sekalipun aku menangis ataupun…”
“Kau itu wanita kuat. Aku tahu itu, tetapi sekuat apapun kau, kau pasti pernah menangis, dan aku yakin kau hanya menangis diam-diam.”
“Kau sudah berapa kali menangis di depan Sehun?
“Molla.”
“Kalau di depan mantanmu?”
“Molla.”
“Ya sudah. Molla saja terus! Sudah ah! Aku pulang! Annyeong!” tandas Minmi dan langsung pergi tanpa menoleh ke arah Jung Yeon yang sedang tersenyum takut pada Sehun yang duduk di belakang Minmi tadi, ia ternyata mendengar semua pembicaraan mereka, dan membuat Jung Yeon merasa semakin tidak nyaman.
“Aku sedang membayar hutangku, oppa.” kata Jung Yeon gugup saat Sehun duduk di sampingnya.
“Hutang apa?”
“Hutang saat kau melepaskanku dan hutang saat kau mengantarku menemui Yi Fan gege.”
“Oh. Bayar saja dengan cara lain. Gadis itu tidak akan pernah menangis di depan umum. Dia hanya akan menangis di dalam kamarnya.”
“Oppa, kau membencinya?”
“Tidak sama sekali.”
“Lalu?”
“Aku hanya merasa hubungan kami sudah tidak mungkin lagi. Aku…”
“Hubungan kalian yang seperti ini saja sudah tidak mungkin lagi. Bagaimana dengan aku dan Yi Fan gege? Lebih parah dari tidak mungkin lagi, benarkan?”
“Um… Kalau tentang itu…”
“Sudahlah oppa. Aku benar-benar sudah menyerah. Aku bahkan tidak punya cukup uang untuk pergi ke Kanada mencarinya.”
“Aku akan memberikanmu uangku.”
“Tidak mau. Aku sudah berhutang banyak padamu. Aku tidak mau menerima bantuanmu yang ini lagi. Aku benar-benar akan menjadi orang yang paling menyakitimu nanti.”
“Tidak. Kau sama sekali tidak…”
“Oppa. Geumanhae. Jebal.”
“Ne.” Sehun bergumam pelan dan hanya mengelus kepala Jung Yeon, gadis itu sudah tidak mau menerima bantuan apapun lagi dari Sehun sejak Yi Fan menghilang 2 bulan yang lalu. Dia tidak ingin menyakiti Sehun lebih dalam lagi.
^____________________^

“Eonni! Memangnya kau tidak ada kerjaan lain selain datang ke kampusku?” tanya Jung Yeon kesal. Minmi tertawa dan menowel dagu Jung Yeon.
“Wah, ternyata kau sudah punya semangat mengomel lagi? Baguslah! Aku kemari untuk memberimu semangat hidup!”
“Bilang saja kau ingin aku membantumu.” balas Jung Yeon dan melahap sarapan paginya yang tertunda dari 2 jam yang lalu.
“Tentu. Kau sudah berjanji padaku.”
“Sejak kapan aku…”
“Aku akan bekerja di perusahaan yang sama dengan Sehun. Otthe?”
“Coba saja.”
“Aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi.” kata Minmi dan melipat tangannya di dada. Wanita itu sudah bertekad bulat.
“Kau yakin Sehun oppa tidak akan marah?”
“Tidak tahu. Lihat saja nanti.”
“Dulu kau juga ya yang mengejar-ngejar Sehun oppa?” tanya Jung Yeon dan Minmi langsung terdiam, ia hanya menatap Jung Yeon dan tersenyum tipis.
“Menurutmu?”
“Sepertinya memang kau.”
“Salah.”
“Sehun oppa yang mengejarmu?”
“Salah.”
“Jadi?”
“Kami sudah berteman baik sejak kecil. Saat hampir lulus sekolah kami sepakat untuk menjalin hubungan yang lebih dari hanya sekedar teman.”
“Wah…”
“Itulah sebabnya, dia tidak menyentuhku seperti aku ini pacarnya.”
“Dia pernah mengatakan kalau dia mencintaimu?”
“Tentu saja. Sering.”
“Wah…”
“Sehun oppa-mu itu benar-benar menakjubkan! Asal kau tahu saja, dulu dia bukan Sehun yang seperti ini. Dulu itu dia nakal, pembuat onar.”
“Wah…”
“Saat pacaran denganku, dia mulai sedikit berubah. Dan aku tidak menyangka perubahannya bisa sedrastis sekarang ini. Dia benar-benar Sehun yang sangat dewasa… sekarang. Aku…”
“Wah…”
“Wah! Kau benar-benar menyebalkan!”
“Apanya?”
“Aku bicara panjang lebar kau hanya mengucapkan ‘wah!’ Kau ini…”
“Kau saja yang terlalu cepat melanjutkan ceritamu! Aku belum selesai berkomentar tadi!” balas Jung Yeon dan mendengus kesal. Sesaat gadis itu melupakan masalah yang menimpa dirinya dan mencoba fokus pada masa lalu Minmi dan Sehun oppa-nya yang ternyata cukup menarik perhatian.
“Asal kau tahu saja, dia itu bukan pria yang lembut seperti sekarang ini,” kata Minmi kesal dan Jung Yeon menaikkan alismatanya.
“Itulah sebabnya aku iri padamu. Bahkan saat aku harus ke London, dia sama sekali tidak menahanku, malah dia mendukungku, tanpa basi basi sedikitpun!”
“Dia bilang itu untuk masa depanmu…”
“Kau tahu tentang itu?”
“Tentu saja. Dia menceritakan ini padaku, saat aku masih sekolah dulu. Saat aku…”
“Bagaimana wajahnya saat itu?”
“Um… Aku tidak begitu memperhatikannya, saat itu aku…”
“Saat itu kau kenapa? Kenapa berhenti?”
“Saat itu… hari pertama aku dan Yi Fan gege berkencan, jadi aku tidak…”
“Ah… Ini buruk.”
“Kenapa?”
“Ternyata kalian sudah saling kenal saat aku masih bersama Sehun. Bahkan sepertinya sudah sering bercerita satu sama lain…”
“Ya, begitulah.” jawab Jung Yeon pelan. Gadis itu terlihat kembali tidak bersemangat karena harus menyebutkan nama Yi Fan lagi.
“Sudahlah. Kau masih ada kelaskan? Lain kali kita lanjutkan. Annyeong!” tukas Minmi yang mulai mengerti keadaan Jung Yeon sekarang. Tidak ingin menambah pikiran Jung Yeon, Minmi pun akhirnya memutuskan untuk pulang, karena dia sendiri pun hampir meneteskan airmata setiap mengingat masa lalunya bersama Sehun. Masa lalunya yang manis dan tidak bisa diulang lagi.
^______________^

>> Flashback

“Bagaimana bisa?” tanya Seungra dan Minmi menggeleng malas.
“Kalian itu berteman sejak kecil. Bagaimana rasanya dari teman berubah menjadi pacar? Aneh tidak?” tanya Yoonhi dan Minmi tertawa pelan.
“Rasanya membahagiakan.” jawab Minmi dan tersenyum lebar.
“Kau memang aneh!” ejek Seungra dan Minmi tidak mengacuhkannya.
“Kudengar-dengar, hubungan seperti kalian tidak akan bertahan lama.” gumam Yoonhi dan Minmi mencibir ke arahnya.
“Kenapa?” tanya Minmi bingung.
“Karena perasaan cinta kalian tumbuh hanya karena pertemanan. Apalagi sudah berteman sejak kecil, jadi…”
“Hei. Lagipula kita masih sekolah. Untuk apa membahas tentang ini?”
“Tidak juga. Bulan depan kita semua akan lulus. Dan bukan anak sekolah lagi.” jawab Yoonhi tidak mau kalah.
“Memangnya kalau saling mencintai tidak boleh?!” Suara itu membuat Yoonhi dan Seungra terperanjat kaget. Minmi tersenyum puas dan berbalik.
“Annyeong!” sapa Minmi dan memeluk lengan Sehun.
“Annyeong Minmi-ah!” pamit kedua gadis itu dan langsung pergi begitu saja.
“Kau benar-benar seperti pahlawan siang bolong!” ejek Minmi dan terkikik.
“Heran sekali. Kenapa teman-temanmu seperti tidak menyukaiku?”
“Molla. Mungkin kau pembuat onar?”
“Mungkin?”
“Mungkin.”
“Aku mencintaimu. Kau percaya?”
“Tentu saja.”
“Karena?”
“Karena aku juga mencintaimu!” jawab Minmi mantap dan tersenyum lebar, kemudian memeluk Sehun dengan erat. Sehun hanya tersenyum tipis, puas karena berhasil meyakinkan dirinya sendiri, juga Minmi. Yakin kalau mereka benar-benar saling mencintainya, dan bukan hanya mencintai sebatas hubungan pertemanan seperti yang dikatakan dua teman Minmi tadi, tetapi mencintai antara pria dan wanita.

>> Flashback END
^__________________^

“Annyeong.” sapa Minmi dan tersenyum takut ke arah Sehun yang sedang menatapnya dengan tatapan kaget.
“Ini Lee Minmi, dia yang akan menggantikanku.” kata Hyoju dan membuat Sehun meringis pelan.
“Annyeong.” sapa Sehun dan langsung memalingkan wajahnya. Dia tidak menyangka Minmi akan benar-benar mengejarnya sampai seperti ini.
Hari pertama bekerja, Minmi sudah sangat sibuk karena wanita bernama Hyoju itu terus mengajari Minmi pekerjaan yang harus dikerjakannya. Membuat Minmi tidak bisa bicara pada Sehun, bahkan untuk mengahlikan pandangan ke arah Sehun pun Minmi sudah tidak sempat lagi.
Pekerjaan pertama yang mendebarkan dan memusingkan bagi Minmi.

“Sudah dulu ya. Kau kerjakan saja dulu sisanya. Aku harus pulang! Annyeong!” kata Hyoju cepat dan langsung keluar dari ruangannya, meninggalkan Minmi bersama Sehun.
“Hahhh.” Minmi menelungkupkan kepalanya dan mendengus pelan. Dia ingin menggerutu tentang betapa lelahnya dia hari ini, tetapi dia tidak bisa mengatakannya karena ada Sehun di ruangan itu.
“Apa rencanamu?” tanya Sehun tiba-tiba. Minmi hanya menatap Sehun tanpa menjawab pertanyaan menusuk itu.
“Rencana apa?” tanya Minmi setelah akhirnya tidak bisa menahan tatapan mata Sehun yang semakin tajam menunggu jawaban dari Minmi.
“Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kau benar-benar akan mengejarku?”
“Um… ya, mungkin.”
“Kau tidak seperti ini dulu.”
“Dulu? Memangnya dulu aku seperti apa?”
“Dulu kau tidak memaksakan kehendakmu akan sesuatu. Seharusnya sekarang juga seperti ini kan…”
Ucapan Sehun barusan membuat Minmi tersenyum tipis. Ternyata walaupun tidak mencintainya lagi, Sehun masih ingat segala hal tentang Minmi. Hal ini membuat Minmi merasa masih ada harapan untuknya.
“Ada yang lucu?” tanya Sehun dan menatap Minmi yang mulai menahan tawanya.
“Tidak. Hanya saja aku senang kau masih mengingat itu.”
“Oh.” jawaban singkat Sehun membuat Minmi mendengus pelan.
“Dan kau…”
“Aku pulang dulu. Annyeong.” Belum selesai Minmi berkata-kata, Sehun keluar dari ruangan dan membuat Minmi mendengus lagi.
“Dan kau tidak seperti ini dulu!” omel Minmi dan meremuk kertas di atas mejanya.
^______________^

“Kau menjauhi Minmi eonni ya?” tanya Jung Yeon dan Sehun langsung menatap gadis itu dengan tatapan malas.
“Untuk apa membahas wanita itu?”
“Ya karena…”
“Kau yakin tidak sedang membencinya kan?”
“Tidak.”
“Atau kau…”
“Kau yang memberitahunya kalau ada lowongan kerja di kantorku?”
“Tentu saja. Siapa lagi?
“Kenapa?”
“Untuk membantu kalian.”
“Jung Yeon-ah. Sudah kukatakan, aku dan dia benar-benar tidak bisa lagi.”
“Kenapa?”
“Kau lupa? Aku pernah menemui ayahnya 1 bulan sebelum dia meninggalkanku.” jawab Sehun dan Jung Yeon menggeleng cepat sambil melirik ke arah Minmi yang sedang menguping pembicaraan mereka.
“Kau sama sekali tidak cerita soal itu!” kata Jung Yeon kaget.
“Oh. Ya begitulah. Aku dikatakan penghambat masa depan Minmi. Aku bahkan berjanji tidak akan menemuinya sampai kapanpun, bahkan setelah Minmi menyelesaikan kuliahnya di London.”
“Hei oppa. Kau lucu sekali.” kata Jung Yeon kesal dan menatap Sehun dengan tajam.
“Lucu? Aku juga merasa begitu. Aku tidak menyangka dia akan menemuiku lagi. Bisa kau bayangkan apa yang akan dikatakan ayahnya nanti kalau tahu Minmi bekerja di tempat yang sama denganku, hanya sebagai karyawan biasa?”
“Kenapa memangnya?”
“Seorang wanita, sarjana hukum, bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan elektronik. Apa itu masuk akal?”
“Masuk akal.” jawab Jung Yeon bersamaan dengan Minmi yang muncul dan langsung berdiri di samping Sehun. Wanita itu sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.
“Jadi itu alasan kau tidak menahanku?” tanya Minmi dan Sehun menggeleng.
“Aku menahanmu.”
“Oh ya? Aku masih ingat pertanyaanmu itu, dan itu sama sekali bukan menahan. Kau hanya sekedar bertanya!”
“Aku melakukannya demi masa depanmu.” jawab Sehun dan mengahlikan pandangannya ke luar cafe.
“Masa depan? Aku bisa tetap mendapatkan masa depanku tanpa harus meninggalkanmu seperti itu. Dan kau juga tidak perlu membuat janji seperti itu, karena aku merasa kau sudah merusak masa depanku sekarang!” bentak Minmi dan seketika itu dia menangis. Airmata yang sudah sangat lama disembunyikannya akhirnya sekarang keluar begitu saja dan dilihat oleh beberapa orang di cafe itu, termasuk Sehun dan Jung Yeon.

“Kalau saja saat itu kau menahanku, aku yakin masa depanku bahkan akan lebih baik daripada sekarang ini. Lalu gadis ini juga akan kembali dengan mantan pacarnya tanpa ada masalah sedikitpun!”
Teriakan kesal Minmi membuat Jung Yeon mempelototinya, kaget. Jung Yeon merasa perkataan Minmi terlalu mudah. Inti permasalahannya ada pada Jung Yeon yang tidak bisa menunggu Yi Fan lagi, walaupun bukan Sehun, Jung Yeon yakin saat itu dia memang tidak bisa menunggu Yi Fan lagi, tidak dengan Sehun, bisa saja dengan pria lain.

“Eonni, kalau soal itu… bukan salah Sehun oppa. Aku yang…” Jung Yeon mencoba menjelaskan dengan susah payah. Takut dan gugup.
“Diam!” bentak Minmi dan menatap tajam ke arah Sehun.
“Aku tidak peduli apapun janjimu pada appa. Aku tidak akan berhenti sekarang. Aku bukan lagi Minmi yang dulu. Aku tidak akan menyerah terhadap sesuatu. Aku yang sekarang akan terus berusaha mendapatkan apapun yang kumau, terutama kau… Oh Sehun!” tandas Minmi tegas, kemudian menyeka airmatanya lagi.
“Dan sekarang kau berhasil membuatku menangis di depan umum.” lanjut Minmi dengan suara pelan. Kemudian pergi begitu saja.
Sehun hanya menunduk lemas sedangkan Jung Yeon sedang menutup rapat matanya, mencoba menghilangkan bayangan Yi Fan yang mendadak mengusiknya lagi.
^__________________________^

TO BE CONTINUE

PLEASE COMMENT.
Don’t be silent reader!

Love yaaaa

-Eve RyLin

Advertisements

4 thoughts on “Back To You [Part 1]

  1. eummm lumayan lamaaaaaa bgt g buka ni blog eh nemu ff baru, g bisa komen apa” soalnya msh suka ama jung yeon ama kris jd masih belum greget ke sehun dan minmi dan entah kenapa ngrasa g relaaaaaa
    ok sipp komen g penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s