THAT XX PART 2

THAT XX Part 2
417670_339529339499322_1011146526_n

>> Jungyeon pov

“Jungyeon-ssi. Bangun.” Panggil sebuah suara lembut dan seseorang mengguncang tubuhku pelan. Aku mengeliat dan menutupi wajahku dengan bantal. “Jungyeon-ssi.” Panggilnya lagi dan aku menggeram pelan. Aku benar-benar masih sangat ngantuk. Membuka mata saja berat sekali rasanya.
“Ne…” Suara pelayan wanita itu menjauh dan terdengar suara pintu tertutup. Aku bisa tidur dengan tenang sekarang. Aku menjauhkan bantal dari wajahku dan melanjutkan tidurku yang tenang. Aku tau dia akan menyerah. Hahhahahha

Tak berapa lama kemudian aku merasakan kejanggalan. Ada seseorang di kamarku. Yah, ada seseorang, jendela kamarku di buka lebar, sinar matahari sangat menyilaukan walaupun aku tidak membuka mataku. Sialan pelayan itu! Berani sekali dia ?!

Aku membuka paksa mataku dan baru saja aku akan berteriak, mulutku kembali tertutup. Kulihat siapa yang berdiri di depanku. Senyumannya membuat kekesalanku hilang dalam sekejap. Hahhaaha

“Zao An.” Katanya dan berjalan mendekatiku. *(Selamat Pagi)*
“Hey, Kenapa kau bisa disini?” tanyaku dan dia mendengus.
“Memangnya kau saja yang boleh ke rumah dan ke kamar ku? Aku juga bolehkan?” tanyanya dan menarikku bangun dari tempat tidur.
“Tentu saja boleh. Tapi ini masih pagi! Aku masih mau tidur!” kataku dan kembali tidur. Dia hanya menatapku kesal dan mendengus lagi.
“Kalau begitu aku ikut tidur denganmu!” katanya cepat dan langsung tidur di sampingku.

Detik itu juga, rasa kantukku langsung hilang entah kemana. Wajahnya benar-benar dekat. Ini bukan pertama kali aku melihat wajahnya sedekat ini. Tapi tetap saja, gadis mana yang bisa bernafas dengan tenang kalau sepasang kekasih berada dalam jarak sangat dekat dalam posisi seperti ini. Apa kata orang nanti. Heol!

“Aku bangun!!” kataku cepat dan langsung bangun, menjauh darinya.

“Hey… “ dia menarikku lagi dan menahan tanganku.

“Mwo?” tanyaku dan dia hanya menatapku. Dia ikut bangun dan mendekatkan wajahnya.

“Morning Kiss…” bisiknya dan aku mendelik. Yang benar saja dia?

“Yaaa! Saekkiya!” kataku kesal dan dia cuma nyengir.
“Hey, kau seperti baru pertama kali saja yah? Oh! Atau kau sudah tidak mencintaiku karena aku tak ada di Seoul 1 bulan yah?” Dia menaikkan alis matanya, terlihat kesal.
“Aniaa! Bukan begitu!” kataku cepat.
“Kau tidak merindukanku-huh?” tudingnya dan aku menggeleng cepat.
“Aku merindukanmu hey!” kataku cepat dan dia mencibir.
“Okay okay okay!” kataku kesal, mendekat dan menatapnya sebentar. Aku baru sadar dia memotong rambutnya. Wajahnya terlihat lebih muda. Hahahaha.

Setelah puas menatapnya, aku mengulum bibirnya sekilas. Dia diam. Hanya menatapku.

“Hanya itu?” tanyanya dan menaikkan alis matanya lagi, kesal. Aku hanya mengangguk.
Dia hanya tersenyum simpul, dan menarikku wajahku, kemudian mengulum bibirku. Ah… Sudah sebulan aku hidup tanpa Kris. Hari ini dia kembali dari Seoul lagi. Betapa senangnya aku. Hahhahaha
“Haaaa…. Aku sangat sangat merindukanmu.” Bisiknya dan mengecup tengkukku. Kemudian mengulum bibirku lagi. “Saekkiya.” Bisikku di sela ciuman kami, dia memeluk erat tubuhku dan aku balas memeluknya erat.
Beberapa saat kemudian, dia mempercepat ciumannya dan mendorongku ke tempat tidur, menindihku dan melahap habis bibirku. Aku mendesah pelan dan balas mengulum bibirnya sama cepatnya, juga menjambak pelan rambut pirangnya.

Aku membuka sedikit kaus yang dia pakai dan meraba perut sixpack-nya. Dia terus mengulum bibirku. Begitu juga aku.

“Park Jungyeon,” Dan suara berat itu menghentikan kami berdua. Kemudian aku mengulum bibir Kris lagi. Tanpa peduli suara tadi.
“Aku mau keluar. Kau jangan pergi kemana-mana. Sepupumu akan datang.” Kata Eomma dan kembali menutup pintu. “Ne Eomma!!!” Aku memekik keras dan Kris menjauhkan wajahnya.

Wajahnya terlihat sangat merah merona. Aigooo.. Gyeopta! Hahhahaa
“Kenapa kau? Malu yah? Bukannya eomma sudah sering lihat.” Kataku santai dan tertawa pelan. Kris ikut tertawa. “Tapi kita belum menikah. Apa eommamu tidak keberatan?” tanya Kris dan aku menggeleng. “Molla. Dia tidak komentar apapun kan. Jadi anggap saja dia setuju.” Kataku dan Kris mengangguk-angguk. Lalu berdiri dan merapikan pakaiannya.
“Kita hampir saja melakukan hal itu di depan Eommamu.” Omelnya dan tertawa pelan. Tertawa malu.
“Aish!! Memalukan!!” aku memekik tertahan. Baru sadar apa yang tadi kulakukan. Hal yang tidak pernah eomma lihat. Aissshhhh!!!
“Mandi sana.” Kata Kris dan aku mengangguk-angguk. Lalu berjalan menuju kamar mandi di kamarku.

Oh! Aku tidak tinggal lagi di rumah Wu Mama. Mereka sudah mendapatkan pembantu yang sebenarnya.
Dan yang membuatku senang, pembantu mereka bukanlah seorang gadis, jadi tidak akan menyukai Kris .. Hehehe Juga bukan seorang ahjumma. Tapi seorang pria! Dia sangat profesional dalam segala hal rumah tangga! Aku kalah telak !! Hhhahahahaa

^______^

“Mana sepupumu? Ini sudah lewat 3 jam dari perjanjian.” Kata Kris dan aku mengangguk malas.
“Entahlah. Mungkin dia nyasar. Aku tidak tau sepupuku yang mana jadi aku tidak bisa menghubunginya…” kataku lemas dan menyandarkan kepalaku di bahu Kris.

Ku dengar telepon rumah berbunyi. Kris mengangkatnya. Dan setelah mengucapkan 1 kata dia menutup teleponnya kembali.

“Nuguya?” tanyaku dan Kris tersenyum lebar.
“Ni Eomma. Dia bilang, sepupumu itu datangnya malam. Jadi malam saja baru menunggu dia.” Jelas Kris. Dan saat itu juga aku langsung bersemangat.
“Jadi, kita mau kemana?” tanyanya dan aku menggeleng.
“Mollaseo. Kita keluar saja dulu.” Kataku dan menariknya keluar rumah, masuk mobil dan melesat pergi entah pergi kemana.

“Hey, Luhan apa kabar?” tanyaku dan Kris tertawa pelan.
“Luhan… Sedang jatuh cinta. Sepertinya cinta terlarang.” Kata Kris dan tertawa keras.
“Gay?!” aku memekik kaget.
“Bukan hey!! Aku juga tidak tau, Luhan sering bilang .. Aku tidak bisa. Tidak bisa. Takkan bisa. Tidak Mungkin bisa.” Kata Kris, menirukan gaya bicara orang putus asa.
“Sepertinya dia menyukai pacar orang lain.” Gumamku dan dia mengangguk.
“Aku pernah tanya itu, dia bilang bukan.” Kata Kris dan dia tertawa lagi.
“Kenapa kau tertawa hah?” tanyaku heran dan dia terdiam.
“Lucu. Luhan belum pernah seperti itu. Dulu dia suka sekali mengejekku. Sekarang taulah dia rasanya seperti apa.” Kata Kris lagi dan tertawa pelan. Aku ikut tertawa.
“Heh, panjang umur sekali dia.” Gumam Kris dan melirik ponselnya. Telepon dari Luhan.
“Mwoya? Ne Ne Ne Ne Ne!” kata Kris cepat dan dia menatapku cemas.
“Waeyo?” tanyaku bingung.
“Kita harus ke rumahku.” Katanya dan mempercepat laju mobilnya.
“Ada apa?” tanyaku dan dia hanya diam kemudian menggenggam erat jemariku. Ada apa sebenarnya?

^______^

Kami masuk ke dalam rumah Kris. Aku tidak melihat Wu Mama. Hanya ada Luhan duduk di sofa.

“Waeyo?” tanyaku dan Luhan menggeleng.
Ta zai nali?” tanya Kris dengan bahasa mandarin. *(Dia dimana?)*
Zai Fei Yi de fangjian.” Jawab Luhan dan Kris langsung menarikku naik. Masuk ke kamarnya. *(Di Kamarnya Fei Yi.)*
Kenapa mereka menggunakan bahasa mandarin? Mereka merahasiakan sesuatu dariku kan? Apa sesuatu terjadi dengan Wu Mama? Ada apa ini?

“Kau tunggulah disini.” Kata Kris pelan. Dia terlihat gugup.
“Waeyo?” tanyaku dan dia menahan nafasnya.
“Kau percaya padaku kan?” tanyanya dan aku mengangguk.
“Saranghae.” Katanya dan mengecup bibirku sekilas lalu keluar kamar.
Aku duduk diam. Lemas. Sebenarnya apa yang terjadi di sini. Aku mau keluar, tapi benar-benar tak berani. Aish…
Aku melihat kotak kecil unik yang menyimpan banyak foto masa lalu Kris. Dia berencana membuang kotak itu, tapi aku tidak mengizinkan. Hahahhaa
Aku membuka kotak itu lagi. Kulihat foto itu satu persatu. Foto itu membuatku sedikit jealous, tapi juga sedikit bangga. Paling tidak kalau nanti aku dan Kris memutuskan hubungan kami, foto kami juga akan ada di kotak ini. Hahahhaa

Sebuah foto menarik perhatianku. Gadis pucat itu terlihat sangat familiar. Tapi siapa yah.. Aku pernah lihat dia. Tapi samar-samar.

Aku membalik fotonya dan …

‘Choi Soo Jung. Break with the different and same reason.’

Soo Jung.. Aku kenal nama itu. Bukan nama Kpop Star F(x) Krystal, Jung Soo Jung, tapi ini Choi Soo Jung…

Choi Soo Jung… Errr..

Aku mengambil ponselku, eomma mengirimkan sebuah pesan singkat, beserta sebuah foto. Foto sepupuku yang kembali dari Canada Hari ini. Ah !!! CHOI SOO JUNG !!! Benar-benar mirip. Jadi Soo Jung dan Kris… Aish!! Kenapa bisa begini?!!!

Aku menyimpan semua foto itu dan mengembalikan kotak itu ke tempat semula. Aku benar-benar bisa gila sekarang. Soo Jung itu, sepupu kesayanganku, 5 tahun yang lalu dia pergi ke Canada untuk mengobati penyakitnya. Mungkin sudah sembuh makanya dia kembali ke Seoul lagi. Tapi…
Yang jadi masalah sekarang adalah. Kris. Soo Jung mantan pacar Kris. Dia bahkan sudah mencintai Kris jauh sebelum aku. Kau bayangkan. JAUH SEBELUM AKU!!
Aku keluar dari kamar. Mengintip kebawah. Melihat apa yang terjadi.
Sebuah pemandangan menyakitkan. Sudah kuduga. Soo Jung kembali ke Seoul dan akan mencari Kris. Dia sedang memeluk Kris dan sedang menangis terisak di bawah sana.
Aku kembali ke kamar Kris dan duduk meringkuk di pojok kamar. Ini keterlaluankan. Kris itu milikku sekarang. Dia milikku… Dan Soo Jung akan mengambilnya dariku. Aku yakin itu.

Ponselku bergetar, eomma menelepon. “Wae?” tanyaku pelan. Aku seperti kehilangan semua tenaga hidupku. Benar-benar…

“Ini sudah hampir malam, kau tau dimana Soo Jung? Penyakitnya masih belum sembuh dan kau ingatkan? Dia masih tidak boleh terlalu kaget ataupun sakit, penyakitnya bisa tambah parah. Bahkan meninggal kapan saja!” Kata Eomma cepat. “Kalau masih sakit untuk apa dia kembali?” tanyaku, marah.
“Dia kabur dari Canada. Tolong cari dia.” Kata Eomma, terdengar sangat khawatir.
“Dia baik-baik saja eomma. Dia sedang bersamaku di sini.” Jawabku dan langsung menutup telepon.
Dan sekali lagi aku menangis di kamar ini. Belum satu tahun aku bersama Kris, tapi kenapa harus seperti ini? Kenapa harus Soo Jung? Sepupuku yang sedang sakit parah dan bisa meninggal kapan saja.

Aku teringat foto itu lagi, wajah pucatnya. Dan alasan dia meninggalakan Kris. Alasan yang sama dan Alasan yang berbeda. Sepertinya aku tau apa alasan dia meninggalkan Kris. 2 alasan, dan dia keterlaluan!

Gadis-gadis itu semuanya keterlaluan. Mungkin mudah bagi mereka bisa bersama Kris dan mudah juga bagi mereka mencampakkan Kris dengan alasan seperti itu. Tapi tidak mudah bagiku untuk bisa bersama Kris seperti sekarang ini. Dan tidak akan semudah ini juga aku mencampakkannya!

Heh… Di foto ini, fotoku bersama Kris .. akan tertulis. Park Jung Yeon, Meninggalkan Kris karena Soo Jung. INI MENGERIKAN!! Aku tidak akan melakukan itu. Soo Jung yang harus mengembalikan Kris padaku nanti.

Pintu terbuka, kulihat wajah Kris, masih pucat. Dia duduk di depanku. Menatapku lekat-lekat. Wajahnya terlihat tersiksa.

“Kau kenapa?” tanyanya dan menyeka airmataku.
“Kau sudah melihat apa yang terjadi di luar?” tanyanya lagi dan aku menggeleng.
“Aku hanya melihat kalian berpelukan.” Jawabku singkat.
“Ikut aku. Kita akan memberi tau nya tentang kita.” Kata Kris dan menarik tanganku, berdiri dan keluar dari kamar.
“Tidak bisa.” Kataku dan Kris menghentikan langkahnya. Aku menarik Kris kembali ke kamar.
“Choi Soo Jung. Sepupuku.” Gumamku dan Kris terbelak. Aku menunjukkan foto yang di kirim Eomma padaku tadi. Dan Kris benar-benar terdiam. Tak bisa mengatakan apapun lagi.
“Boleh aku tau alasan dia meninggalkanmu di Canada dulu?” tanyaku dan Kris masih diam. Hanya menatapku. Dan kemudian memelukku.
“Aku terlalu sempurna dan dia tidak mencintaiku lagi. Dia sudah punya suami di Seoul.” Jawab Kris dan memelukku erat. “Tapi, tadi dia mengatakan semua itu bohong. Dan dia masih mencintaiku.” Lanjut Kris dan menghela nafas berat.
“Semua dari mereka masih mencintaimu.” Kataku dan dia mendengus. “Mereka gila.” Katanya kesal dan mempererat pelukannya.
“Soo Jung meninggalkanmu karena sakit parah. Sakit yang sangat menderita dan bisa mati kapan saja,” Gumamku, Kris melepas pelukannya dan menatapku.
“Tolong antar dia pulang kerumahku. Aku akan menyusul nanti.” Kataku dan melepaskan genggaman tangan Kris.
“Ya! Park Jung Yeon! Kau tak bermaksud melepaskanku untuknya kan?” tanya Kris dan menarik tanganku lagi. “Yah. Aku bermaksud seperti itu,” Jawabku dan Kris terdiam.
“Dia bahkan tidak boleh shock. Kau bayangkan… Kau memberi taunya tentang kita. Dia kaget dan mati saat itu juga. Kau mau kita di anggap membunuhnya?!” tanyaku marah. Marah pada diriku sendiri.
“Tapi…”
“Aku tahu… Kalau di depan dia, Kita berpura-pura saja. Anggap kau tidak mengenalku dan aku tidak mengenalmu.”
“Tapi kau tidak akan meninggalkanku kan?” tanyanya, wajahnya terlihat pucat. Aku menggeleng.
“Justru aku takut. Takut kali ini kau yang akan meninggalkanku karena kau mencintainya lagi,” Jawabku dan Kris terdiam.
“Beritahu Luhan dan Wu Mama untuk merahasiakan hubungan kita. Dan akan kupastikan keluargaku juga merahasiakan tentang kita,” Kataku, Kris menghela nafas berat.
“Dan setelah ini, semua akan berubah, pasti Sakit…” Bisikku dan mengulum bibirnya.

^_______________^

Aku menghela nafas kesal. Bahkan sebelum aku sempat meminta eomma merahasiakan tentang aku dan Kris. Eomma sudah menyuruhku melakukan itu. Pasti karena tadi Kris mengantarkan Soo Jung pulang dan dia memperkenalkan Kris sebagai pacarnya pada eomma. Aish!!

Aku masuk ke kamar. Kulihat Soo Jung sedang duduk di depan cermin dan kulihat meja rias-ku. Foto ku bersama Kris sudah lenyap. Ini pasti eomma yang menyembunyikannya.

Choi Soo Jung! Kau beruntung! Sangat-sangat beruntung!!

“Jungyeon-ah!!” Soo Jung langsung memelukku senang.
“Ya! Kau masih sakit kan?! Untuk apa kau kembali?!” tanyaku galak. Dia manyun dan kemudian tersenyum senang lagi.
“Hah! Kau tahu? Aku kembali untuk seorang pria.” Jawabnya bangga dan aku mendengus pelan.
“Kris?” tanyaku dan dia terbelak. “Kau mengenalnya?!” dia memekik.
“Anioo. Eomma yang cerita.”
“Hahahhaaa. Kau mandilah dulu. Aku akan ceritakan semua tentang Kris padamu. Otthe?” tanyanya senang dan aku hanya mengangguk.
Ne… Aku akan mendengarkan tentang Kris dari sudut pandangmu. Dan membandingkan Kris dari sudut pandangku. Aku benar-benar penasaran. Penasaran sampai rasanya aku ingin membunuh diriku sekarang. Mati dan takkan melihat kau bersama Kris. Pria yang seharusnya bersamaku.

^_________^

“Sungguh sangat sempurna… Benar-benar pria idaman semua wanita,” Gumam Soo Jung sambil terus menerawang, memandang ke langit-langit kamar.
“Kau harus bertemu dengannya! Kau lihat betapa sempurna manusia bernama Kevin Wu itu. Aniaaa. Kris maksudku.” Katanya semangat dan menepuk-nepuk bibirnya.
“Kevin? Dulu namanya Kevin?” tanyaku dan dia mengangguk.
“Yah. Di Canada namanya Kevin. Dan sekarang berubah menjadi Kris. Aku tidak tau kenapa, dia tidak memberi tau ku. Aku saja bingung tadi.” Gumam Soo Jung dan tampak berpikir.
“Ah… Sudahlah. Aku mau tidur.” Kataku dan menyembunyikan wajahku dengan bantal.
“Ne… Good Night!” kata Soo Jung. Aku yakin dia belum tidur, dan tidak akan bisa tidur cepat. You know why la kan? Dia sangat senang luar biasa hari ini.

HEH ! Kris, dia benar-benar sangat sempurna dulu. Apa benar hanya aku saja yang tidak menganggap dia sempurna? Tapi tunggu… Dulu sebelum benar-benar mengenalnya, aku juga sama dengan mereka. Bagiku, Kris adalah yang paling sempurna di dunia ini.
Dan saat nanti aku bertemu dengannya lagi dengan status …. SEPUPU SOO JUNG, aku juga harus memberikan kesan… Dia memang sangat sempurna. Itukan yang kau harapkan Soo Jung-ah?
Kalau suatu saat Kris kembali padamu. Yang harus kulakukan hanya satu. Kembali ke masa lalu ku. Hidup tanpa mencintai siapapun di dunia ini, cukup mencintai semua keluargaku. Hanya itu… Karena aku tidak bisa dan tidak boleh lagi mencintai Kris, Kevin, Wu Fan. Perfect Boy in this world.

^________^

Aku duduk malas di perpustakaan. Malas menerima kenyataan hidupku. Menyebalkan sekali. Benar-benar menyebalkan. Bahkan Kris saja belum muncul sampai sekarang. Kemana dia??

“Hey.” Seseorang menepuk bahuku dan duduk di sebelahku.
“Kau masih marah?” tanyanya dan aku hanya mengerlingkan mataku.
“Jangan marah lagi okay. Ini bukan salahku kan. Kenapa kau marah padaku?” tanya Kris takut.
“Aku tak bilang aku marah padamu kan? Aku hanya sedang kesal.”
“Sudahlah. Anggap saja tidak terjadi apa-apa kalau kita sedang berdua. Lagipula kalau disini tidak perlu takut bertemu dengannya kan…” dia terus memohon.
“Dan saat Soojung datang mencari mu ke sini. Kau bisa apa?” tanyaku dan dia mendelik. Terlihat bingung. Lalu dia tersenyum lebar lagi. “Dia tidak akan datang kesini mencariku.” Katanya dan tersenyum imut.
“Kita lihat saja nanti.” Kataku dan dia memelukku.
“Jadi, sampai kapan kita seperti ini?” tanyanya dan aku menggeleng.
“Tanyakan pada pacarmu.” Jawabku ketus dan dia memanyunkan bibirnya.
“Ya karena kau pacarku, makanya aku tanya padamu.” Dan dia menatapku kesal.
“Aku mau pulang saja.” Gumamku dan dia hanya mengangguk.
“Bersabar sajalah, semua akan berakhir.” Bisiknya dan mengecup bibirku.

***

Aku berjalan ke parkiran mobil, tentu saja bersama Kris. Aku sudah tak kesal lagi. Setidaknya sekarang saat aku tidak mengingat hal itu.

Tapi, sebelum aku dan Kris benar-benar sampai ke dekat mobilku di parkir. Aku menghentikan langkahku dan menarik Kris, menjauhi mobilku.

“Ada apa?” tanyanya kaget.
“Soo Jung, dia menunggu di dekat mobilku.” Kataku gugup dan Kris telihat kesal.
“Benar-benar terjadi. Bukan mencariku tapi mencarimu.” Ocehnya dan mendengus.
“Sudahlah. Kita kembali, tapi saling tidak kenal saja. Aku yakin dia akan melihatmu juga nanti dan mengenalimu padaku.” Kataku dan melepas genggaman tangan Kris.
“Aku duluan.” Kataku dan berjalan pergi. Berbaur dengan beberapa orang lain. Sekilas aku menoleh, dan kulihat Kris berjalan agak jauh di belakangku. Dan… Aku melihat Kris yang berbeda. Dia kembali seperti dulu. Stay Cool. Ice Hearted Prince.
“Jung Yeon!!!!!” Soo Jung melambaikan tangannya.
“Hey! Sedang apa disini?” tanyaku pura-pura kaget.
“Mencarimu. Dan mencari Kevin juga. Ku dengar dia kuliah disini, tapi aku tidak tau bagaimana harus mencarinya.  Jadi aku mencarimu dulu.” Jawabnya senang, tapi wajahnya pucat pasi.
“Tunggu dulu. Apa Kris yang kau maksud itu adalah… yang itu?” Dan aku menunjuk ke arah Kris yang dari tadi berdiri di samping mobilnya dan hanya menatapku dari jauh. Dan saat aku menunjuknya dia terlihat kaget sekali. Hahhahaa
“Ah ya!! Kevin!!!” Soo Jung memekik dan berlari ke arah Kris. Aku langsung masuk mobil. Aku berencana kabur dan membiarkan mereka berdua saja. Tapi belum sempat aku menginjak pedal gas mobilku, Soo Jung berdiri di depan mobilku, menahanku. Terpaksa aku keluar dari mobil lagi.
“Ini, kau tentu sudah tau dia kan. Dia pasti terkenal di sini.” Kata Soo Jung dan merangkul pergelangan tangan Kris. Aku mengangguk malas.
“Yeah, sangat terkenal. Tak kusangka dia Kris yang kau maksud.” Kataku dan hanya menatap Kris.
“Kevin, ini sepupuku yang dulu pernah ku ceritakan padamu. Park Jung Yeon.” Kata Soo Jung dan menarik Kris mendekat.
“Berhenti memanggilku Kevin!” kata Kris dingin dan Soo Jung hanya tersenyum segan.
“Park Jung Yeon imnida.” Kataku dan dia tersenyum tipis. “Aku Kris.” Katanya dan menyodorkan tangannya. Aku mundur selangkah, tak menyalami tangannya.
“Mianhae. Soo Jung takkan suka ini. Aku duluan yah. Masih ada urusan. Annyeong.” Kataku cepat dan masuk kedalam mobilku lagi. Lalu melesat pergi.

Kris pasti marah karena ini kan? Hahahhahaa Terkadang aku suka sandiwara ini. Tapi, cepat atau lambat Soo Jung akan tau. Apalagi kalau dia sering datang ke kampus. Entahlah… Kita lihat saja nanti siapa yang akan mengatakan padanya tentang aku dan Kris.
Kalau saja dia tidak langsung meninggal karena hal ini… Itu artinya dia sudah sembuh dan Aku akan merebut Kris kembali. Tapi …. Tiba-tiba saja aku merasa aku ini jahat .. Benar-benar jahat kan?

^________^

Sudah hampir 1 minggu ini, Soo Jung datang ke kampus terus. Dia juga paksa masuk kedalam kampus dan ikut duduk di kelas Kris. Dia itu benar-benar lah. Soo Jung-ah! Tak bisakah kau memberikan ku waktu sebentar saja bersama Kris? Dia pacarku! Bahkan kau dan dia sama sekali bukan pacar resmi  lagi sekarang. Kau terus menempelinya seakan-akan kau itu pacar resminya. Menyebalkan sekali kau.

Tapi aku heran, kenapa tak ada orang yang memberitau dia tentang aku dan Kris? Padahal mereka sering melihat Kris bersama Soo Jung di kampus, dan mereka hanya terlihat bingung, hanya itu.

Aneh kan ? Aneh sekali ..

“Jung Yeon!” panggil seseorang,yang pasti bukan Kris. Aku menoleh dan agak terkejut melihat wajah orang itu. “Apa kabar?” tanyanya dan duduk di sampingku. Aku hanya tersenyum simpul.
“Baik. Tumben?” tanyaku dan dia tersenyum lebar.
“Hahhahaa. Maaf. Tapi, apa kau dan Kris sudah putus?” tanyanya dan aku menggeleng.
“Belum. Kenapa?”
“Aku sering melihatnya dengan seorang gadis asing. Kupikir itu pacar barunya.” Jawabnya gugup, aku mengangguk. “Yah, tampaknya kami memang sudah putus. Tapi tampaknya juga belum. Entahlah oppa. Aku juga bingung. Hahahhaa.”
“Aneh sekali kalian. Boleh aku menghubungimu?” tanyanya dan aku mengangguk.
“Ne, tentu saja boleh.” Jawabku dan tersenyum simpul. Dia tersenyum lebar, lalu pergi.
Tak berapa lama aku melihat Kris berjalan masuk ke kelasku, sambil celingak celinguk. Sepertinya kabur dari Soo Jung. Kelihatan sekali dari sikapnya. Ckckckckck!

“Siapa tadi?” tanya Kris dan duduk di sampingku.  “Leeteuk oppa. Mantan.” Jawabku singkat dan Kris langsung menaikkan satu alis matanya. “Untuk apa dia mencarimu?” tanya Kris langsung dan aku menggeleng. “Aku juga tak tahu. Kenapa kau bisa kesini? Mana Soo Jung?” tanyaku dan Kris menggeleng.
“Hilang, ntah kemana. Hahahhaha.” Dan tiba-tiba saja dia memelukku erat.
“Aku sangat merindukanmu!” katanya dan semakin mempererat pelukannya.
“Aku hampir sudah bisa terbiasa tanpamu.” Bisikku dan dia hanya diam.
“Bisa janji?” tanyanya dan melepas pelukannya. “Apa?” tanyaku pelan, dia menatapku lekat-lekat.
“Tunggu aku, dan jangan tinggalkan aku.” Katanya pelan dan aku hanya diam. Tak merespon.
“Kalau kau yang meninggalkanku bagaimana??” tanyaku balik, dia langsung menggeleng cepat.
“Tidak akan. Aku bersumpah!” katanya dan hampir berteriak. Aku hanya menghela nafas dan mengangguk malas. Aku benar-benar tak yakin dengan hubungan kami  lagi.
“Saranghae.” Bisiknya dan mengecup pipiku sekilas. Lalu mengulum bibirku lama.
“Sudahlah. Banyak orang disini.” Kataku dan menjauhkan wajahku. Dia memanyunkan bibirnya.
“Okay, Akupergi dulu yah.” Katanya dan berdiri. Dan aku hanya mengangguk pelan.
“Hey oppa! Sedang apa disini?” dan Soo Jung tiba-tiba saja sudah ada di depanku, dan langsung merangkul pergelangan tangan Kris.
“Seharusnya kami yang tanya padamu! Kau kemana saja?! Kris mencarimu kemana-mana tapi tak ketemu!” kataku galak dan dia tertawa malu.
“Mianhae. Aku lama si toilet, tadi sakit perut. Hehehhehe. Mianhae oppa.” Katanya manja dan tersenyum manis pada Kris. Tapi Kris hanya mengangguk dan berjalan keluar kelas.
“Hey, Jung Yeon!. Kau beruntung bisa kenal dengan manusia perfect seperti dia berkat aku!” dan dia terkikik. Aku hanya mengerlingkan mataku dan dia pergi menyusul Kris.

Sialan kau. Yang benar saja karena kau? Jelas-jelas aku mengenalnya karena diriku sendiri! Bukan kau! Dasar sinting!!

“Jung yeon…” suara lembut itu membuatku tersentak. Aku langsung menoleh dan kulihat Hyomin.
“Waeyo?” tanyaku bingung. Bingung kenapa banyak yang mencariku akhir-akhir ini.
“Ada apa?” tanyanya balik.
“Apa?” tanyaku lagi.
“Apa yang terjadi denganmu dan Kris? Siapa gadis itu?” tanyanya dan aku menggeleng.
“Menurutmu?” tanyaku balik.
“Dia tidak mungkin selingkuh di hadapanmu.” Jawabnya tegas dan aku mengangguk.
“Kami hanya sedang menyelamatkan nyawa anak itu…” jawabku dan akhirnya aku malah menceritakan semuanya pada Hyomin. Setidaknya sekarang ini hanya dia yang mengerti Kris.
^_______^

Aku membuka ponselku. Pesan dari Kris. Laporan hari ini. Soo Jung memaksanya kencan hari ini. Hebat sekali anak ini? Aku saja tidak pernah memaksa Kris.

“Jung Yeon-ah. Sepertinya malam ini aku akan pulang telat.” Kata Soo Jung dan sibuk merias dirinya.
“Waeyo? Kencan?” tanyaku dan dia mengangguk senang
“Hari ini Kris oppa mengajakku kencan. Aaaa… Aku berharap akan ada hal-hal romantis nantinya!” dan dia berbohong. Aku lebih percaya Kris dari pada dia. Dan sekarang dia terlihat sedang mengkhayal yang tidak-tidak. Parah sekali.
“Kau akan menciumnya?” tanyaku dan dia langsung mengangguk cepat.
“Aku sangat berharap dia yang melakukannya, bukan aku yang duluan. Saat pacaran di Canada dulu, dia tidak pernah melakukan itu karena baginya aku masih anak kecil. Tapi sepertinya sekarang….” dan Soo Jung memonyongkan mulutnya. Menjijikan sekali dia.
“Hey!! Kalau aku tidak salah tadi di kampus aku melihat Leeteuk oppa!!” Dia memekik histeris dan langsung duduk di sampingku. Sejenak melupakan make-up nya.
“Lalu kenapa?” tanyaku bingung.
“Kurasa dia kembali untukmu kan? Kau masih mencintainya?” tanyanya dan aku menggeleng.
“Tidak sama sekali.” Jawabku malas dan dia terlihat kecewa.
“Kenapa tidak lagi? Dia calon yang sangat sempurna. Bahkan sudah selesai wajib militer!”
“Ah!! Kalau dia sempurna, kau pacaran saja dengannya!” kataku kesal dan keluar dari kamar.

Gadis itu sangat menyebalkan sekali. Tak pernah kusangka aku jadi sangat membencinya sekarang.
Mungkin dari awal ini memang salahku. Aku yang membuat keputusan seperti ini karena penyakitnya.
Dan aku juga yang harus menanggung akibat dari keputusanku. Selamat, Jungyeon-ah!

“Eomma-ya!! Aku pergi!!” pekikku dan langsung keluar rumah.

***

Aku berdiri di tepi sungai Han. Tiba-tiba saja teringat masa lalu ku disini bersama Leeteuk oppa. 5 tahun lalu. Hahahhaha

“Park Jung Yeon.” Dan suara itu langsung membuatku menoleh.
“Oh! Oppa!” kataku senang dan dia tersenyum simpul. “Sedang apa?” tanyanya
“Bosan di rumah, jadi aku kesini.” Jawabku dan dia tertawa.
“Tidak sedang merindukanku kan?” tanyanya jahil dan aku menggeleng.
“Hampir!” jawabku dan dia tertawa.

Leeteuk oppa. Namja yang 3 tahun lalu meninggalkanku. Setelah aku lulus SMA, dia mengikuti wajib militer. Dan saat itu juga aku memutuskan hubungan kami. Aku, bukan dia.

Dan setengah bulan yang lalu, dia masuk ke kampus ini. Awalnya kami seperti teman biasa, tapi setelah melihatku bersama Kris, dia tak pernah menyapaku lagi. Seperti tidak pernah mengenalku. Marah mungkin? Entahlah…

“Oh… Tunggu sebentar.” Kataku dan berjalan menjauh. Mendekati 2 orang yang duduk tak jauh dari tempat ku berdiri. Semakin dekat aku berjalan, aku jelas tau apa yang mereka lakukan disana.

Aku tak tau harus menggunakan kalimat apa. Entah seperti apa kenyataannya. Kris yang mengulum bibir Soo Jung atau Soo Jung yang mengulum bibir Kris? Aku benar-benar tak tau tentang ini.
Tapi bagaimanapun dan apapun kebenarannya, ini sudah melewati batas kemampuanku. Mungkin yang akhir-akhir ini aku masih bisa menahannya. Tapi yang satu ini. Yang ini susah keterlaluan!

Aku maju selangkah dan Leeteuk oppa menahan tanganku.

“Jangan.” Katanya dan aku menahan nafasku. Mengepalkan tanganku dan menahan tangisku.
“Oppa… Lepaskan aku.” Kataku dan menepis tangan Leeteuk oppa lalu berjalan pelan ke arah mereka.
“Ehm!” aku berdeham keras. Dan Kris yang paling pertama menjauhkan wajahnya. Dia menatapku sekilas lalu menundukkan  kepalanya.
“Jung Yeon!!!!!” Soo Jung memekik kesal. Wajahnya merah.
“Maaf. Aku tidak sengaja. Soo Jung-ah, nanti malam aku tidak pulang yah. Kau tak usah menungguku.” Kataku dan Soo Jung mengangguk malas.
“Oh yah. Sudah pacaran yah? Congrats yah!” kataku pura-pura senang dan Soo Jung langsung berdiri menghampiriku.
“Coba tebak! Aku atau dia yang duluan?” katanya senang. Aku berpikir sejenak.
“Kau duluan?” tanyaku ragu dan dia menggeleng. “Kris oppa yang duluan.” Katanya senang dan Kris langsung mempelototinya. Dan Kris juga mengepalkan tangannya keras.
“Sekali lagi selamat yah. Aku pergi dulu. Bye!” kataku dan menarik Leeteuk oppa pergi.

Soo Jung kau keterlaluan. Aku tidak mengerti apa maksudnya terus berbohong padaku. Bermaksud pamer atau apa, aku benar-benar tidak tau.

“Kau mencintainya?” tanya Leeteuk oppa dan aku mengangguk.
“Sangat sangat mencintainya.” Jawabku dan Leeteuk oppa mangut-mangut.
“Sebenarnya, aku ingin memberikanmu ini.” Dan dia menyodorkan sebuah kertas. Oh, bukan kertas. Lebih tepatnya surat undangan.
“Aku akan tunangan minggu depan.” Katanya dan aku mengangguk senang.
“Oppa, kau akan menikah sebentar lagi!” kataku senang. Sangat sangat senang.
“Aku pernah bilangkan? Aku akan menikah setelah wajib militer, menikah dengan gadis yang benar-benar menungguku. Tadinya aku mengira itu kau. Tapi ternyata bukan.” Dan dia tertawa pelan.
“Jadi, siapa dia?” tanyaku dan memperhatikan nama di surat itu. Kang So Ra.
“Sahabatku. Bahkan dia yang menjemputku di depan gerbang tempat pelatihan.” Gumamnya.
“Kau mencintainya?” tanyaku dan dia mengangkat bahunya.
“Mollaseo. Tapi cepat atau lambat aku akan mencintainya.” Jawabnya ringan dan aku mengangguk-angguk.
“Oh, tentang Kris. Selesaikan masalahmu dengan tenang seperti tadi. Okay?”
“Yah. Tenang saja oppa. Aku sudah bukan pemarah seperti dulu lagi. Aku takkan menampar Kris seperti aku menamparmu dulu. Mianhae oppa.” Kataku gugup.
“Yah, tenang saja. Aku maklum, saat itu kau belum dewasa.” Katanya dan tersenyum manis.
“Oppa. Aku duluan yah. Masih ada urusan.” Kataku cepat dan beranjak pergi.
Aku masuk kemobilku dan kulihat ponselku yang daritadi terus berdering, tapi tidak kugubris sama sekali.

Dan semuanya dari Kris. Nanti sajalah kau!

^________^

Aku duduk diam di meja belajar Kris. Semua pesan Kris tadi sudah ku delete, bahkan aku tak membaca semuanya. Aku tak butuh penjelasan melalui pesan singkat seperti itu.

Kulihat jam, hampir jam 12 malam, dia terus meneleponku. Tapi dia belum pulang. Apa dia mencariku?
Haaa. Biarkan sajalah. Aku tak akan bicara padanya lewat telepon.

Tak berapa lama, suara klakson mobil terdengar dan aku langsung mengintip keluar jendela. Kris pulang dan dia terlihat sangat tergesa-gesa. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu.

Dan dari luar terdengar suara ribut, dan suara langkah kaki super cepat. Aku tetap berdiri di dekat jendela sampai akhirnya pintu terbuka.

Kris muncul dengan nafas terengah-engah dan matanya merah, dia sedang menangis.

Mianhae.” Katanya pelan dan langsung memelukku erat. Sangat-sangat erat, sampai aku susah bernafas. Dia tak mengatakan apapun dan hanya terus menangis terisak seperti anak kecil. Dan benar-benar membuatku ikut meneteskan air mataku juga.
“Aku belum membaca semua pesanmu.” Kataku dan dia terdiam. Menahan tangisnya.
“Aku ingin dengar langsung dari mulutmu.” Kataku dan Kris menyeka air mataku.
“Apa dia selalu berbohong padamu?” tanya Kris dan aku mengangguk.
“Dan kali ini dia berbohong lagi. Kau tau? Kalian sudah terlalu jauh!” aku memekik tertahan.
“Aku benar-benar tidak melakukannya. Aku berani sumpah!” Kris ikut memekik.
“Apa perlu sekarang juga kita kerumah mu dan memberitahu semuanya pada Soo Jung?” lanjut Kris dan menangkup wajahku.
“Tidak perlu. Tapi, jangan pernah terima ajakan kencan dia lagi, dan jangan balas mengulum bibirnya…” gumamku dan Kris terdiam. Lalu dia mengangguk.

Aku menyeka airmatanya. Aku benar-benar tak bisa marah padanya, aku terlalu mencintainya meskipun sakit sekalipun.

“Mianhae.” Bisikku dan mengecup bibirnya. Dia memelukku dan mengulum bibirku dalam. Perlahan dia menjilati bibirku dan menghimpitku ke dinding. Lidahnya menyeruak masuk ke dalam mulutku dan kami melakukan french kiss seperti biasanya.

Beberapa saat kemudian, dia menjauhkan wajahnya dan menatapku sekilas, lalu mengecup tengkukku, telingaku dan leherku.  Lalu kembali ke bibirku, menggigit bibir bawahku dan aku menjambak rambutnya pelan. “Sakit kau tau?!” aku memekik tertahan dan dia mengulum bibirku pelan. Saat tangannya mulai merabu tubuhku, dia melepas ciumannya dan menatapku tajam.

“Sedang apa kau dengan pria itu tadi?” tanyanya dan menatapku galak.
“Heh? Hanya ngobrol. Kau pikir kau saja yang bisa berciuman dengan gadis lain, lalu aku tidak boleh? Kau tidak adil.” Kataku dan menyentuh bibirnya dengan bibirku.
“Kau!” dan dia mencengkram bahuku, dan mendorongku ke tempat tidurnya, lalu menindihku.
“Kau hanya milikku, Takkan ada yang bisa memilikimu setelah ini.” Bisiknya dan mengulum cepat bibirku.

Perlahan dia melepas pakaianku dan kemudian melepas pakaiannya dengan cepat.

Dan dengan sangat sadar, dia benar-benar melakukannya padaku. Rasanya aku ingin menangis saat ini juga. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti apa yang akan terjadi setelah ini.

^______^

TO BE CONTINUE .

NEXT PART wait until NEXT YEAR YAH ! HAHAHAHA

Dont Forget Comment !!

Thanks all !

-Eve RyLin

Advertisements

10 thoughts on “THAT XX PART 2

  1. Jdi soojung it sepupuny jung yeon??
    sebenarny sakit apa soojung? dan kris sma jungyeon melakukan it..
    Gg ke bayang klo jungyeon mpe hamil dan soojung tau.. bisa” meninggal beneran dia.. haha xD
    Lanjutannya msa next year?? Kelamaan eh..
    Wkwk xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s